Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, August 20, 2009

Marhaban Ya Ramadhan.........



ku Mengharapkan Ramadhan
Kali ini Penuh Makna
Agar Dapat Kulalui
Dengan Sempurna

Selangkah Demi Selangkah
Setahun Sudah Pun Berlalu
Masa Yang Pantas Berlalu
Hingga Tak Terasa ku Berada
Di Bulan Ramadhan Semula

Puasa Satu Amalan
Sebagaimana Yang Diperintahnya
Moga Dapat ku Lenturkan
Nafsu Yang Selalu Membelenggu Diri
Tiada Henti-henti

Tak Ingin ku Biarkan Ramadhan Berlalu Saja
Tuhan Pimpinlah Daku Yang Lemah
Mengharungi Segalanya Dengan Sabar
Kita Memohon Pada Tuhan Diberikan Kekuatan
ku Merayu Pada Tuhan Diterima Amalan

Selangkah Demi Selangkah

Dengan Rahmatmu Oh Tuhanku

ku Tempuh Jua


Kedatangan Ramadhan sudah tiba. Setiap jiwa orang yang berTaqwa bergetar hati mereka. Semuanya sudah bersedia seperti menyambut kedatangan Sultan atau Raja ke sesuatu tempat. Fuh.. seminggu sebelum Sultan atau Raja hendak datang pelbagai persiapan dilakukan dengan khemahnya, hiasanya, mesyuaratnya, kerjasamanya masing-masing ada perananya. Macam jugak ketika hendak menyambut kedatangan hari lebaran.

Nah… itu lah jiwa orang berTaqwa. Sebelum kedatangan Ramadhan dia mempersiapkan dirinya dengan hiasan akhlak yang mulia. Mendidik nafsunya supaya beradab dengan Tuhan, mensyuarat dengan anggota badan iaitu muhasabah agar setiap anggota badan berperanan melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. Dan setiap di dalam diri mereka mempunyai peranan masing-masing untuk menyambut kedatangan bulan Ramdhan yang mulia.

Bahkan, hatinya berkata; “Ya Allah sempatkanlah kami beribadat di bulan Ramadhan”.

Syahdunya seruan ini, menggamit-gamit panggilan Ramadhan, bagaikan suara lebah yang saling bertautan, bersama alunan zikir dan Al-Quran, menanti kedatangannya. Begitulah, Rasulullah sendiri selalu berdoa, “Ya Allah sampaikan kami di bulan Ramadhan”.

Begitulah Rasulullah Saw. dalam memberikan semangat untuk menghadirkan bulan Ramadhan di dalam hati para sahabatnya dan umat Islam waktu itu. Sehingga kedatangan bulan Ramdhan tidak disingkapi sama seperti bulan-bulan lainnya. Namun kedatangan ramadhan disambut dengan penuh makna dan suka cita.kerana didalamnya terdapat malam seribu bulan, dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa (Al-Baqarah:183)

Jiwa orang berTaqwa, menantikan kedatangan
Ramadhan, kerana inilah masanya untuk menambahkan ketaatan kepada Allah, walau dalam apa jua keadaan, dengan komitmen yang tinggi Ubudiyah yang berterusan dan mantop. Ramadhan, bulan untuk melatih diri dengan pelbagai aktiviti, meningkatkan ke Taqwaan, membuang sifat-sifat yang keji yang membawa kepada kemungkaran.

Ramadhan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyelamatkan masyarakat dengan melakukan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah amalan maupun dengan khidmat yakni memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar kehidupan kita betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain dan perbaikan masyarakat dapat kita wujudkan dari waktu ke waktu, baik perbaikan diri, keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara

Inilah masanya untuk melatih memperbanyakkan sedekah;

”Tidak akan berkurang harta seseorang yang diinfakkan di jalan Allah“. Apalagi di bulan Ramadhan, Rasulullah Saw. menjadi lebih dermawan, Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata : “keadaan Rasul lebih dermawan dari pada bulan-bulan lainnya ketika bertemu Jibril ”

Harta merupakan titipan Allah Swt. Manusia hanya diberikan amanah untuk menerimanya sebagai ujian baginya, apakah ia menjadi orang yang syukur nikmat atau sebaliknya. Oleh sebab itu bersedekahlah merupakan bukti keimanan seorang muslim. Pada hakikatnya harta yang dikeluarkan untuk sedekah, infaq apalagi zakat tidak akan mengurangi hartanya tetapi akan memberikan berkah.

Inilah masanya untuk melatih memperbanyakkan bangun malam;

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji..(Al-Isra’: 79)

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”.(Muslim)

Rasulullah SAW ditanyakan tentang shalat yang paling utama setelah shalat maktubah (shalat wajib 5 waktu), beliau SAW menjawab,”Shalat di tengah malam.”.(HR Jamaah kecuali Bukhari)

Dari Amru bin Abasah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Jarak paling dekat antara Tuhan dengan hamba-Nya pada saat malam di bagian akhir. Bila kamu mampu menjadi salah satu diantara orang yang mengingat Allah pada saat itu, maka lakukanlah.”.(HR Tirmizy dan beliau mensahihkannya).

Inilah masanya untuk melatih memperbanyakkan zikir dan doa;

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja, tetapi puasa juga menahan nafsu (syahwat) termasuk syahwat kalam. Seorang yang berpuasa hendaknya menahan pembicaraannya dari berkata yang tidak bermanfaat, ghibah (membicarakan saudaranya), mengejek orang lain mengumpat, menfitnah orang dan sebagainya. Sebab perbuatan tersebut dapat merosak puasa. Rasul bersabda :

Puasa itu benteng, oleh sebab itu maka janganlah berhubungan suami dengan istri (jimak) di waktu puasa dan janganlah berbuat dosa, apabila seseorang mengajak berkelahi atau menghardik maka katakanlah kepadanya ; saya sedang berpuasa, saya sedang berpuasa … (HR. Bukhori)

"Marhaban Ya Ramadhan"


Monday, August 17, 2009

Rehlah Ukhuwan bersama Pimpinan ALAM dan Gotong-Royong di Masjid Batu Belah Batu Bertangkup Klang

Tidak disangka ALAM mempunyai tanah pusaka di sg.tekala

Penahanan Akhi Rem ketika menyertai Perhimpunan Mogok Lapar Kopi Radix

Cover album terbaru nasyid ALAM Shababul Islami "Mencari Cinta Sejati" akan datang di pasaran




Peserta diberi taklimat sebelum Gotong-royong dijalankan

Akhi Fauzan sedang menjalankan ujian QTI ketogori kereta sorong lesen L semasa gotong-royong dilakukan

akhi Amirul sedang mencuba menanam pokok Bunga Anggur di belakang masjid

Dr Halimah merasmikan Gotong-royong perdana di masjid Batu Belah dengan menanam pokok...... tidak sampai beberapa saat pokok itu membesar subur seperti sudah lama ditanam (*_*)

Tahniah Pimpinan Baru GAMIS



Salam Tahniah kepada Pimpinan baru GAMIS!! semoga dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggungjawab.....

Pemimpin Yang Adil

pemimpin GAMIS yang adil sangat dikendaki
penyelamat umat dunia dan akhirat
tiada keadilan umat kan huru hara

pemimpin menanggung dosa mahasiswa


pemimpin yg adil orgnya tawaddu'

boleh duduk sama dgn Mahasiswa bawahan
kehidupannya tidak jauh beza dgn Mahasiswa yg tidak berjawatan
kepentingan mahasiswa lebih diutamakan

dia boleh ditegur oleh mahasiswa bawahan


kasih sayang teserlah di mukanya

sombong dan takabur tiada pada dirinya
mahasiswa taat dan sayang padanya

kebajikan mahasiswa sangat dijaga

wang mahasiswa dan GAMIS tidak disalah guna


rasuah dan kemungkaran sangat dijauhinya

mahasiswa diajak mentaati Allah

pemimpin yang adil mengutamakan akhirat

mengingatkan mahasiswa tipu daya dunia

akhlak yang mulia pakaian dirinya

mahasiswa hormat bukan takut padanya

pemimpin-pemimpin di akhir zaman kebanyakkan pencetus huru hara
untuk melindungi kesalahan dirinya
dia tuduh orang melakukannya

mana nak dicari pemimpin yang begini

semoga GAMIS dapat merealisasikanya

http://mtkn-gamis.blogspot.com
[LOVE GOD]

Saturday, August 15, 2009

Pergi Tak Kembali............


Setiap insan pastikan merasa

Saat perpisahan terakhir
Dunia yang fana akan ditinggalkan
Hanya amalan yang akan dibawa

Terdengar sayup surah dibaca
Sayu alunan suara
Cemas di dada lemah tak bermaya
Terbuka hijap di depan mata

Selamat tinggal pada semua
Berpisah kita selamanya
Kita tak sama nasib di sana
Baiklah atau sebaliknya

Amalan dan taqwa jadi bekalan
Sejahtera, bahagia pulang...kesana

Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri
Mengharap kasih anak dan isteri
Apa mungkin pahala dikirim

Terbaring sempit seluas pusara
Soal bicara terus bermula
Sesal dan insaf tak berguna lagi
Hancurlah jasad dimamah bumi

Berpisah sudah segalanya
Yang tinggal hanyalah kanangan
Diiringi doa dan air mata
Yang pergi takkan kembali lagi

al-fatihah kepada Ust Asri Rabbani Semoga Roh nya di tempatkan di kalangan orang yang soleh
amin........

hanya tinggal kenangan blog ust asri

http://asrirabbani.blogspot.com

friendster ust Asri


Wednesday, August 12, 2009

Teman Sejati dalam kenangan................



Selama ini ku mencari-cari
Teman yang sejati buat menemani
Perjuangan suci
Bersyukur kini pada illahi
Teman yang dicari
Selama ini telah ku temui

Dengannya disisi perjuangan ini
Senang diharungi bertambah murni
Kasih illahi

Kepadamu Allah ku panjangkan doa
Agar berkekalan kasih sayang kita
Kepadamu teman ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pergertian
Telah ku ungkapkan segala-galanya


Teman bersamalah kita
Semaikan persahabatan ini
Dengarkanlah dan teruskanlah
Perjuanganmu, pengorbanan dan kesetiaanmu


Kepadamu Allah ku pohon restu
Agar kita kekal bersatu
Kepadamu teman teruskan
Perjuangan, pengorbanan dan kesetiaan
Telah ku ungkapkan segala-galanya
Itulah tandanya kejujuran kita

Teman Kejayaan Sebenar Kita Bukan Di Dunia Tetapi di Akhirat Kelak
mafaatkan ilmu yang ada untuk Kebangkitan Islam
[LOVE GOD]

Sunday, August 9, 2009

ISU KARTIKA NAK DI SEBAT TAK HABIS LAGI



Pagi tadi rancangan “Nasi Lemak kopi o” telah menjemput kartika dan ayahnya untuk di temubual mengenai kesanggupan kartika untuk di sebat di atas kesalahanya meminum arak di depan orang ramai. Kesimpulanya di sini kartika tak sabar menunggu hukuman itu kerana dia tidak mahu menangung dosanya di akhirat kelak. Walaubagaimanapun masih lagi ada pro dan kontra di sebabkan hukuman sebat minum arak ini tidak pernah di jalankan di Malaysia. Setelah pengakuan di buat, hakim syarie menjatuhkan hukuman maksimum denda RM5,000 dan enam kali sebatan rotan terhadap model sambilan, Kartika Sari Dewi Shukarnor, 32, baru-baru ini.

Kesalahan itu disabitkan mengikut Seksyen 136 Enakmen Pentadbiran Agama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang 1982 dan dihukum mengikut Seksyen 4 Enakmen Pentadbiran Agama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang (Pindaan) 1987.


Kartika Terima Balasan Dunia

KOSMO: -Bapa wanita pertama yang dijatuhi hukuman enam sebatan oleh Mahkamah Syariah Kuantan, Kartika Sari Dewi, mengakui hatinya bagai disentap bila mengetahui anaknya itu minum arak di khalayak ramai.

Apa yang dilakukannya sangat aneh dan mungkin tidak masuk akal. Mana tidaknya, hukuman enam sebatan ke atasnya bukan sahaja diterima dengan hati terbuka bahkan mahu ia dilaksanakan segera.

Bagi Kartika Sari Dewi Shukarno, 33, hukuman yang diputuskan Mahkamah Tinggi Syariah Kuantan itu mesti dijalani.
Isnin lalu, Kartika dijatuhi hukuman denda RM5,000 dan enam sebatan oleh Hakim Datuk Abdul Rahman Yunus selepas didapati bersalah mengambil minuman keras di khalayak ramai di sebuah hotel di Cherating, Pahang.

Tiada langsung hasrat untuk merayu malah kata Kartika, tidak pernah terlintas di fikiran untuk dia melarikan diri daripada menerima 'hukuman dunia' atas ketelanjurannya dua tahun lalu itu.

"Saya mengaku dan amat kesal dengan perbuatan itu. Ia bukan sahaja memalukan diri tetapi turut membawa penghinaan kepada seluruh keluarga saya.

"Saya harap hukuman itu dapat dijalankan secepat mungkin supaya ia memberi pengajaran kepada orang lain," kata ibu kepada dua anak ini di Ipoh, Perak, Rabu lalu.

Kartika bakal bergelar wanita Islam pertama dihukum sebat di bawah Seksyen 136, Enakmen Pentadbiran Agama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang 1982.

"Tiada siapa yang paksa saya supaya meminta hukuman itu dilaksanakan segera. Ia lahir daripada rasa keinsafan yang amat mendalam," katanya.

Terlepas daripada hukuman penjara, Kartika telah melunaskan bayaran denda RM5,000 itu.

Bagaimanapun, peristiwa beliau dicekup pihak berkuasa ketika asyik meneguk minuman keras itu benar-benar meninggalkan kesan mendalam.

"Semua ini ketentuan Allah. Saya dibalas kerana terleka serta memandang ringan soal agama meskipun sudah dididik supaya menjauhi arak.

"Jika saya tidak ditangkap, mungkin saya masih hanyut dalam keseronokan dunia," katanya.

Berasal dari Sungai Siput, Perak, Kartika dibesarkan dalam keluarga yang mementingkan nilai kekeluargaan serta kewajipan sebagai seorang Islam.

Bapanya, Shukarno Abdul Mutalib, 60, seorang pengusaha resort di Kuala Kangsar, adalah seorang yang kuat agama.

Mendirikan rumah tangga dengan warga Singapura, Mohamad Afendi, 35, Kartika mengakui insiden di Cherating itu adalah kali pertama dan terakhir beliau minum arak.

Ia tidak kena-mengena dengan kerjayanya sekarang iaitu model sambilan di Singapura, negara yang telah didiaminya selama 15 tahun.

Wanita ini bernasib baik kerana keluarga terutama ibu, bapa dan suaminya menerima kejadian itu dengan hati terbuka.

Dalam satu pertemuan dengan Jurnal Jumaat lalu, Shukarno tanpa berselindung mengakui hatinya bagaikan ditusuk dan direntap tatkala mengetahui anak yang diasuhnya dengan nilai-nilai keagamaan itu telah melakukan satu dosa besar.

"Luluh hati saya kerana semua sembilan anak saya termasuk Kartika diberikan ilmu agama yang sepatutnya mampu membawa mereka ke jalan yang diredai Allah.

"Namun, saya tahu dia hanya tergelincir dan menjadi kewajipan saya sebagai wali, 'membawanya pulang'.

"Anak lelaki saya, Subandrio dan seorang lagi anak perempuan bersama suaminya, juga tinggal di rumah yang sama dengan Kartika di Singapura. Pendek kata, segala pelakuan Kartika pasti diketahui adik-beradiknya yang lain," katanya.

Tidak mahu dianggap riak apatah lagi dicap sebagai individu yang mahu memperbesar-besarkan tindakan anaknya yang mahu hukuman sebat itu dipercepatkan, Shukarno percaya apa yang berlaku ada hikmahnya.

"Saya dan keluarga tidak pernah memujuk atau mendesak Kartika supaya reda dengan hukuman itu.

"Jika sepanjang dua tahun ini dia boleh turun naik mahkamah, mengapa perlu mengelak untuk menerima hukuman?

"Sebagai seorang Islam dan menjunjung kedaulatan undang-undang, Kartika tidak perlu takut menghadapinya," katanya.


Pandangan ULAMA

Meminum arak (khamar) adalah satu kesalahan jenayah di bawah hukuman Hudud. Empat orang Mujtahid pengasas Mazhab terkemuka dalam Islam berpendapat bahawa peminum khamar dikenakan hukuman hudud.

Mazhab Syafie.
i. Imam Nawawi: dikenakan hudud ke atas peminumnya melainkan kanak-kanak, orang gila, Kafir harbi dan Zimmi [Mughni Muhtaj IV:187]. Ungkapan yang sama dalam Tahfatul, Nihayatul dan Mughni Muhtaj. Hanya dalam kitab Tahfatul Muhtaj ditambah dengnan Mu’ahad: Harbi, Muahid kerana tidak terikatnya Zimmi, maka tidak terikat kerana adami [Nihayatul Muhtaj, VIII:12].

ii. Muhazzab: Jika mereka (kafir zimmi) berpegang bahawa arak itu dibolehkan maka tidak dikenakan (hudud) ke atas mereka kerana mereka tidak berpegang pada keharamannya, maka tidak boleh dikenakan (had) seperti kekufuran mereka tetapi jika mereka menzahirkan hal tersebut maka hendaklah ditakzir kerana mereka telah menzahirkan kemungkaran dalam Negara Islam [Muhazzab II:256].

Mazhab Hambali
i. Al-Iqna’ : Jika seseorang telah meminumnya itu merdeka, Muslim, Mukkalaf, sukarela dan tahu bahawa kalau banyak ianya memabukkan samada daripada jus anggur, atau dari lain-lain yang memabukkan, sedikit atau banyaknya, meskipun tidak memabukkan peminumnya maka hendaklah dihudud 80 kali sebatan. [Iqna’, Syariffuddin IV:267]

ii. Tidak dikenakan zimmi kerana minum arak, namun jika mabuk dikenakan hudud. Pendapatku jika mabuk dikenakan had, tapi sebaliknya tidak. [ Maharrar II : 163]

iii. Tidak dikenakan had ke atas orang kafir yang minum [ Al-gayatul Muntaha III : 313]

Mazhab Maliki
i. Malik berkata “Jika ahli kitab dijumpai minum arak atau melakukan zina, mereka dibiarkan (tanpa hukuman), kecuali mereka menzahirkannya maka mereka akan dihukum. [A-Mudawanatul Kubra 4:256]

ii. Jika orang kafir ditemui mabuk maka dibiarkan kecuali jika dizahirkan perbuatannya (minum arak secara terbuka). [ Al-Mudawwanah 4:256]

Mazhab Hanafi
i. Maka tidak akan dikenakan hukuman hudud ke atas zimmi, harbi dan musta’min kerana minum dan tidak juga kerana mabuk pada zahir riwayat [Badai’ Sanai’ 7:39]

ii. Ungkapan Al-Hakim dalam Kafi tentang minum, “Tidak ada had ke atas zimmi jika minum” [Hasyiyatul raddul Muktar 4:37]

Dari penjelasan di atas, pesalah yang disabit kesalahan kerana minum khamar hendaklah dikenakan sebatan menurut hukum hudud, bukan menurut undang-undang selainnya. Malah, sebahagian mazhab berpendapat bahawa jika orang kafir zimmi yang menzahirkan perbuatan minum arak di tempat umum hingga mabuk dikenakan hudud, apatah lagi jika orang Islam yang melakukannya. Apa lagi laksanakan segera kalau hanya sekadar kenyataan sahaja belum cukup untuk membuktikan bahawa kita benar-benar ingin melaksanakan syariat Islam. Jangan tangguh2 lagi..Kembalikan Hukuman Syariat Islam di Malaysia.

Tuesday, August 4, 2009

H1N1 or SELSEMA BABI SATU TARBIYYAH DARI TUHAN



Kalau dahulunya pada zaman Nabi Allah Sulaiman as semasa Nabi Sulaiman memanggil semua binatang dan jin serta makhluk yang ada untuk taat kepadanya. Maka datang lah satu lembaga hitam yang amat besar datang berjumpa dengan Nabi Sulaiman. Aku tak akan taat pada mu aku akan menyerang sesiapa sahaja yang aku suka. Menyebabkan Nabi Sulaiman sedikit gementar melihat lembaga itu. Lalu Nabi Sulaiman bertanya siapa kamu?? Aku lah angin ahmar dan aku akan menyerang saraf dan otak manusia sehingga mereka tidak boleh bergerak lalu hilanglah lembaga itu dari pandangan Nabi Sulaiman.

Dari cerita tadi kita dapat melihat satu tarbiyyah dari Allah swt kepada Nabi Sulaiman bahawa tidak ada kekuatan seorang manusiapun untuk menguasai segala-galanya melainkan Allah swt yang Maha Hebat dapat menundukkan semua makluk ciptaanNya di muka bumi ini.

Hairan manusia pada masa kini masih lagi mencari penawar demi penawar namun tidak jumpa. Mengapa terjadi demikian?? Semua ini disebabkan setiap kejadian atau bala kita tidak kaitkan dengan Sang Maha Pencipta. Kalau suatu ketika dahulu sunami di aceh ramai puak yang tidak mengenal Tuhan mengatakan bahawa ia adalah bencana alam. Maka terciptalah alat pengesan sunami. Namun tidak berkesan juga maka ada pula idea untuk menanam pokok bakau di tepi pantai agar sunami datang boleh la pokok bakau itu menjadi benteng.

Nampaknya Tuhan masih lagi bersabar dengan manusia. Tuhan masih lagi memberi nikmat dan rahmat kepada kita setelah peristiwa sunami ahhmdulillah ada juga yang telah kembali kepada Sang Penciptanya. Namun tidak lama selepas itu fahaman secular kembali membanjiri umat muslimin. mereka kembali kepada jahiliah semula. Maka datang lagi bencana dari Tuhan iaitu selsema Burung, dan seterusnya selsema babi atau H1N1. Kita dapat rasai kerana ramai saudara-saudara kita di Malaysia yang meninggal di sebabkan virus ini.

Di pendekkan cerita Kalau kita lihat satu keluarga sebagai kiasan agar kita dapat tahu bahawa setiap kejadian yang Tuhan berikan pada kita mempunyai meseg yang tersirat. Seorang Ayah mempunyai anak. Dia tahu asal usul anak itu kerana anak itu adalah anaknya sendiri.dari kecil dia membesarkan anak itu dengan penuh kasing sayang. Apa yang dikehendaki oleh anaknya si ayah berikan. Pada suatu hari anaknya membuat kesalahan maka si ayah menegurnya dan si anak buat lagi maka si ayah merotannya sehinggakan anak itu menjadi manusia yang berjaya. Dari cerita ini sebab apa si ayah merotan anaknya?? Kejamkah ayahnya?? Semestinya untuk mendidik anaknya supaya menjadi manusia yang Berjaya. Ini anak yang baik kerana setiap teguran ayahnya dia mengigatkan kembali kasih sayang ayahnya yang membesarkannya dari kecil sehingga besar. Kalau anak yang negative rasa2 macam mana pulak?? Mungkin akan menjadi sebaliknya..

Maka setiap bala Tuhan yang menimpa kita semuanya adalah Tarbiyyah daripada Allah kepada kita agar kita menjadi hamba yang berTaqwa kepadanya. Agar kita selamat di akhirat kelak. Jika teguran ini kita tidak endahkan bahkan kita mengatakan ini bencana alam atau sebaliknya maka tunggulah bala Allah seperti yang berlaku pada zaman Nabi Lut dan Nabi Nuh. Ayuh kembalilah kepada Tuhan jika tidak Allah tidak akan campur tangan bahkan membiarkan manusia di dalam kesesatan yang nyata nauzubillah…..

Tuhan Ampunkan Kami dan selamatkan Negara kami dari bencana ini dan bantulah kami agar Islam kembali menyuburi dunia ini terutama Negara kami Malaysia. (LOVE GOD)